Teori Penyimpangan sosial adalah

Teori Penyimpangan sosial adalah

Teori Penyimpangan sosial adalah

1.    Teori Anatomi

Adalah kosekuensi dari perkembangan norma masyarakat yang makin lama makin kompleks sehingga tidak tidak ada pedoman jelas yang dapat di pelajari dan di patuhi warga masyarakat sebagai dasar dalam memilih dan bertindak yg benar.

2. Teori Pengendalian

Teori muncul di pengaruhi oleh dua factor.
1.    Pengendalian dari dalam yang berupa norma-norma yang di hadapi
2.    Pengendalian yang bersal dari luar,yaitu imbalan sosial terhadap konformitas dan sanksi atau hukuman bagi masyarakat yang melanggar norma tersebut.

3. Teori Raekasi Sosial

Teori ini umumnya pemberian cap atau stigma mengubah perilaku masyarakat terhadap seseorang yang menyimpang, apabila seseorang melakukan penyimpangan maka lambat laun akan melakukan penyimpangan sekunder.

4. Teori Sosialisasi

Menurut para ahli sosiologi, munculnya perilaku menyimpang di dasaqrkan dengan adanya ketidakpatuhan masyarkat untuk menghayati norma dan nilai yang dominan.

Pada lingkungan komunitas yang rawan dan kondusif bagi tumbuhnya perilaku menyimpang adalha sebagi berikut.
1.    Jumlah penduduk yang berdesak desakan dan padat.
2.    Penghuni berstatus ekonomi rendah.
3.    Kondisi perkampungan yang sangat buruk.
4.    Banyak terjadi disorganisasi familiar dan sosial yang bertingkat tinggi.


Baca Artikel Lainnya:

RESENSI BUKU “Novel – Hafalan Shalat Delisa”

RESENSI BUKU “Novel – Hafalan Shalat Delisa”

RESENSI BUKU “Novel - Hafalan Shalat Delisa”

SHALAT LEBIH BAIK DARI TIDUR

“ Asshalaatu khairum minan naum ! “

Ada sebuah keluarga di Lhok Nga Aceh, yang selalu menanamkan ajaran Islam dalam kesehariannya. Mereka adalah keluarga Abi Usman dan Umi Salamah. Mereka memiliki 4 bidadari yang sholehah : Alisa Fatimah, si kembar Alisa Zahra dan Alisa Aisyah, dan si bungsu Delisa. Abi Usman bekerja di tanker perusahaan minya internasional yang pulangnya 3 bulan sekali.

KALUNG SEPARUH HARGA

Hari ini adalah hari Ahad. Umi Salamah dan Delisa akan ke pasar Lhok Nga, membeli kalung hadiah hafalan shalat Delisa. Kalung yang dijanjikan Ummi sebulan lalu yang membuatnya semangat belajar menghafal bacaan shalat.

26 DESEMBER 2004 ITU !

Hari itu sekolah ramai oleh ibu-ibu. Satu per satu anak maju dan tiba giliran Delisa. Namun, seratus tiga puluh kilometer dari Lhok Nga, persis ketika Delisa usai bertakbiratul ihram, persis ucapan itu hilang dari mulut Delisa. Persis di tengah lautan luas yang beriak tenang. LANTAI LAUT RETAK SEKETIKA. Dasar bumi terbang seketika, merekah panjang ratusan kilometer. Gempa menjalar dengan kekuatan dahsyar. Banda Aceh rebah. Nias lebur seketika, Lhok Nga menyusul. Tepat ketika Delisa mengucapkan wa-ma-ma-ti, lantai sekolah bergetar hebat.

Situasi menjadi panik. Delisa sama sekali tidak memperdulikan apa yang terjadi. Delisa ingin khusuk. Tubuh Delisa terpelanting. Meremukkan tulang belakang betis kanannya.

PULANG KE LHOK NGA

Tiga minggu setelah Delisa di rumah sakit kapal induk, akhirnya ia diijinkan pulsng. Delisa dan Abi kembali ke Lhok Nga. Mereka tinggal bersama para korban lainnya di tenda-tenda pengungsian.

HARI-HARI BERLALU CEPAT

Abi Usman dan Delisa kembali ke rumahnya yang dibangun kembali dengan sangat sederhana. Kehidupan baru harus dimulai, dan menempati rumah sendiri walau seadanya. Abi juga memutuskan berhenti dari kapal tanker, dan ikut membantu sukarelawan yang mengurusi gardu listrik, alat pemancar, mesin-mesin, dan lain-lain.

AJARKAN KAMI ARTI IKHLAS

Pulang dari pemakaman massal itu Delisa jatuh sakit. Sudah tiga bulan lebih Delisa berusaha menghafal kembali bacaan shalatnya. Tetapi ia tidak mengalami kemajuan. Ia sama sekali susah menghafalnya.

“ Orang yang sulit melakukan kebaikan itu, mungkin karena hatinya Delisa… hatinya tidak ikhlas ! hatinya jatuh dari ketulusan… atau bisa juga misalnya seperti mengharap hadiah, mengharap imbalan “. Begitu kata Kak Ubai salah seorang relawan yang akrab dengan Delisa.

AJARKAN KAMI ARTI MEMAHAMI !

Dua pertiga malam. Dan Delisa sekali lagi berkesempatan mendapatkan penjelasan tentang hafalan bacaan shalatnya yang datang lewat mimpi. Sebuah mimpi bertemu dengan Ummi yang membawa kalung dengan huruf “D” untuk Delisa sebagai hadiah hafalannya. Ia sekarang bisa merangkaikan semua kejadian itu menjadi sebuah penjelasan yang indah. Sebuah pemahaman yang baik. Jawaban atas masalahnya.

HAFALAN SHALAT DELISA

Esok sorenya, Dokter Peter mengjinkan Delisa pulang. Seorang kakak sukarelawan menyarankan sesuatu padanya. Kaki palsu dari Dokter Eliza !. Bacaan shalat itu seperti berbicara kepada Delisa. Cepat sekali Delisa Menghafalnya. Lepas satu minggu, Delisa sudah nyaris hafal seluruhnya.

SABTU, 21 MEI 2005

Ubai mengajak Delisa dan murid-muridnya ke sebuah bukit. Mereka belajar menggurat kaligrafi di atas pasir. Sebelum pergi meninggalkan bukit, tiba-tiba seekor burung belibis terbang di atas kepalanya. Ketika itulah Delisa gemetar sekali. Ya Allah ! bukanlah itu seuntai kalung yang indah ?. Kalung itu tersangkut di tangan. Tangan yang sudah menjadi kerangka.  Putih tulang belulangnya. Utuh, bersandarkan semak belukar.
UMMI…


Baca Artikel Lainnya:

Macam-Macam Seni dan Budaya Nusantara Nuansa Islam

Macam-Macam Seni dan Budaya Nusantara Nuansa Islam

Macam-Macam Seni dan Budaya Nusantara Nuansa Islam

Kampus Digital – Banyak sekali seni budaya nusantara yang di dalamnya terkandung ajaran-ajaran islam. Berikut adalah beberapa contohnya :

1.Musik Gambus dan Rebana

Musik gambus atau rebana adalah lagu/sholawatan  yang diiringi dengan alat pukul yang terbuat dari kulit hewan. Adapun ciri khas music ini adalah:
a)Diringi dengan alat music seperti, gambus, kecapi petik, marawis, atau alat music modern
b)Syair bernafaskan islam, baik berupa nasihat, shalawat nabi baik dalam bahasa Indonesia, arab maupun daerah
Contohnya :
– Grup Nasida Ria yang berasal dari semarang yang melantunkan irama padang pasir atau di sebut juga dengan Qosidah, contoh lagunya Jilbab Putih dan Perdamaian.
– Grup Majelis Rossululloh sama juga malantunkan irama padang pasir atau pun Qosidah dan Sholawat, Contoh lagunya yaitu Sholawat Badar dan lain-lain.
– Kuntulan adalah perpaduan antara seni musik dan seni tari, kuntulan ini asli dari Banyuwangi.
– Rampak Rebana bernada lima yang berasal dari daerah Lombok.
– Seni terbang adalah untuk mengiringi Berjanji ataupun Sholawatan, terdapat di jawa.

2.Sholawat Nabi

Sholawat Nabi yaitu Do’a puji pujian yang di tunjukan kepada Nabi Muhammad SAW, contohnya adalah sholawat badar yang di iringi dengan musik yang di lantunkan oleh salah satunya yaitu Majelis Rosululloh. Adapun ciri-cirinya Sholawat Nabi  :
a) Menggunakan alat musik Rebana.
b) Adanya sholawat yaitu do’a dan puji pujian kepada Rosullulloh.
c) Penataan nadanya bernuansakan islam.
d) Sholawatan biasanya terdapat di dalam kitab Barjanji.

Contah Syair Sholawat :

Sholawat Burdah
Mauula yasolliwasa lim daa iman abadaa
Allaa habi bika khoiril kholki kuli himi
Aming tada kurijii roni bidii salami
Majad tada azaro min muklati bidami
Mauula yasolliwasa lim daa iman abadaa
Allaa habi bika khoiril kholki kuli himi
Amm habati rihumi tilkoo ikodimati
Waawmadol bar kupi dholmaaimin idhomi
Mauula yasolliwasa lim daa iman abadaa
Allaa habi bika khoiril kholki kuli himi
Pamaa liai naika ingkultak pupaa hamat
Wamaa likolbika ingkultas tapik yahimi
Mauula yasolliwasa lim daa iman abadaa
Allaa habi bika khoiril kholki kuli himi
Ayahsabu Shobu annalhubba mungkatimun
Maa bai na mung sajimimminhu wamuddorimin

3. Japin Bujang Marindu dan Japin Hadrah

Merupakan Jenis tari Yang berpasang pasangan yang di ambil gerak dari tari Zafin yang bernafaskan islam dari Melayu. Tari ini menggambarkan kerinduan seorang kekasih setelah pergi lama merantaukemudian kembali ke kampong halamanya.
Japin Hadrah merupakan tari yang di ambill dari gerak tari zapin yang bernafaskan islam yang mengangkat kesenian Hadrah kedalam gerak tari dinamis, semua penarinya adalah wanita.

4.Santriswaran

Santriswaran berasal dari lingkungan keraton Surakarta dan sekitarnya, Santriswaran merupakan salah satu Grup musik yang menggunakan alat musik terbang, kendang dan kemanak. Nada yang di gunakan mengikuti tangga nada seledro. Penabuh musik sekaligus sebagai penyanyi. Syair lagu yang di nyanyikan memuat ajaran islam san budaya jawa yang di sisipi dengan Sholawat Nabi.
5.Tari Zapin
Tari zapin bisa kita temukan di Riau. Tari ini diiringi irama gambus, yang diperagakan oleh laki-laki yang berpasangan dengan mengenakan sarung, kemeja, kopeah hitam dan songket dan ikat kepala lacak/destar. Tari ini dipentaskan pada saat acara upacara pernikahan, khitanan dan hari raya islam

6.Tari seudati
Berasal dari Aceh umumnya diperankan oleh laki-laki dengan menari dan membuat bunyi tabuhan dengan alat music tubuh mereka sendiri, sewaktu menepuk tangan, dada, sisi tubuh dan menggertakan jari-jarinya.

7.Suluk
Suluk adalah tulisan dalam bahasa jawa maupun arab yang berisi pandangan hidup orang jawa. Serat wirid adalah tulisan pujangga jawa yang berisi bacaan-bacaan baik jawa maupun arab yang dibaca berulang-ulang.

8.Gembyung
Seni ini merupakan pengenvbangan dari kesenian terbang yang hidup di lingkungan pesantren. Konon kesenian terbang itu salah satu jenis kesenian yang di pakai sebagai media penyebaran Agama Islam di daerah Cirebon sekitarnya. Kesenian Gembyung ini biasa di pertunjukan pada upacara-upacara  kegiatan Agama Islam seperti peringatan lahirnya Nabi atau di sebut juga dengan Muludan, Rajaban dan kegiatan  1 Syuro yang di gelar di sekitar  tempat ibadah. [4]

9.Seni Arsitektur Keraton dan Kasultanan
Arsitektur keratin dan kasultanan di Nusantara, rata-rata bercorak tradisi religio-magis, yang terdiri dari: ruang pasebahan, sitihinggil, alun-alun, pasar, dan masjid. Contohnya seperti istana keratin Surakarta, Kasultanan Cirebon, Kasultanan Demak, dan sebagainya.

10. Makam atau Nisan
Makam dalam tradisi Islam di Indonesia berbentuk mar,era tau batu dan bermahkota seperti kubah masjid (maesan), terkadang berhiaskan tulisan kaligrafi atau arabeska. Contohnya seperti Makam Sultan Malikus Shaleh di Samudra Pasai, makam para Wali di Jawa.

11. Bentuk Arsitek bangunan Masjid, Surau, Langgar khas Indonesia
Masjid di Indonesia beratap tumpang mirip pura pada masa hindu, atap ini menjadi prototype sebagian besar masjid di Indonesia. Perbedaannya hanya pada jumlah atap tumpangnya, ada yang bertumpang 3, 5, dan 6. Bentuk bangunan Masjid di Indonesia merupakan gabungan antara konsep pura dan bangunan kelenteng.
Berikut beberapa bangunan yang bernuansa Islam di Indonesia.
• Gapura Masjid Kudus yang seperti candi
• Masjid Raya Baiturrahman di Aceh
• Masjid Agung Banten di Banten
• Masjid Agung Demak di Demaks

12. Wayang
Salah satu budaya Jawa hasil akulturasi dengan budaya India. Cerita-cerita pewayangan diambil dari kitab Ramayana dan Bharatayudha. Setelah terjadi akulturasi dengan Islam tokoh-tokoh dan cerita pewayangan diganti dengan cerita yang bernuansa Islam. Bagi orang jawa, wayang bukan hanya sebagai tontonan, tetapi juga tuntunan karenasarat dengan pesan-pesan moral yang menjadi filsafat hidup orang Jawa.

13. Gamelan Sekaten
Gamelan jawa yang ditabuh saat upacara sekaten peng-islaman bagi yang akan masuk agama islam dengan pembacaan syahadat. Sekaten ini dilaksanakan pada bulan maulud.